Tuesday, March 30, 2010

Orang Cina di Indonesia

A. Klasifikasi Orang Cina di Indonesia

Menurut domisili atau tempat asal:
  1. Cina Medan --> Licik, tapi kalau soal mental usaha memang jagoannya! Bisa bangkit dari keterpurukan setelah jatuh habis-habisan. Soal tata bahasa memang agak kasar layaknya orang Batak (versi Indonesianya).
  2. Cina Bangka --> Soal kesopanan paling rendah. Namun, soal kekeluargaan nomor satu. Kalau yang masih tinggal di kampung atau pedalaman, etika dalam makan kurang diperhatikan. Misal, makan dengan menggunakan piring dan sendok beramai-ramai.
  3. Cina Jawa --> Sopan. Sangat perhitungan dalam penggunaan uang.
  4. Cina Jakarta --> Gaya hidup lebih modern. Pedas dalam berkata-kata.
  5. Cina Benteng --> Perawakan mirip orang Indonesia asli. Suka jualan sate babi keliling dengan sepeda motor. Kebanyakan bertempat tinggal di Tangerang.

Menurut tempat tinggal:
  1. Cina Krendang --> Biasanya bermukim di daerah Mangga Besar, Pademangan dan sekitarnya. Suka makan nasi campur, bakmie babi, es campur, kuetiaw dan lain-lain. Tempat makan dan belanja di ITC Mangga Dua, Lokasari, Golden Truly, Pasar Baru, paling jauh ke Mall Kelapa Gading. Mall daerah selatan cuma buat memegalkan kaki, cari-cari apakah ada barang bagus yang bajakannya bisa ditemukan di Mangga Dua? Kalau hari sudah gelap, biasanya mampir ke Crown, Millenium dan sejenisnya.
  2. Cina Medan --> Biasanya bermukim di daerah Pluit, Muara Karang dan sekitarnya. Licik, dan agak kasar ketika berbicara. Kulitnya putih-putih karena tidak suka keluar waktu siang hari, tapi kalau malam menjelma menjadi anak liar. Biasa mejeng di Bihun Bebek Acuy, Pluit Village, Pluit Junction dan sekitarnya. Tapi perilakunya adalah yang paling berkelas dibanding yang lainnya. Sopan santun paling tinggi, elite, dan gak kampungan. Tempat nongkrong paling asik adalah lapangan kompleks sekitar.
  3. Cina Glodok --> Biasanya bermukim di Kota, Glodok, Pancoran dan sekitarnya. Suka jual DVD bajakan, baju cheong sam, makanan serba Cina, permen Cina grosiran. Logat Cina masih sangat kental, jago dalam menghitung duit bahkan ahli memakai sempoa. Kebanyakan didominasi sama encek2 ato apo2 yang masih giat kerja membanting tulang padahal anaknya males2an dirumah alias nganggur.
  4. Cina Jelambar --> didominasi sama anak muda yang hobinya ngetrek motor sambil kebut-kebutan. Biasanya anak Jelambar hopengan sama anak Kota. Janjian ngongko dimana sambil ngerokok terus abis itu ngetrek rame2. Kebanyakan anak Jelambar dan anak Glodok yang berpotensi menjadi cinko.

Menurut perilaku dan kebudayaan:
  1. Cina Totok: orang Cina yang masih amat sangat teguh menjalankan tradisi bangsa Cina secara MURNI dan tetap tentu. Menguasai bahasa mandarin dan juga bahasa daerah. Biasanya dibesarkan dari lingkungan keluarga yang masih punya keluarga dekat yang ada di Cina atau bisa juga jarang bersosialisasi dengan orang non cina. Umumnya pemikiran mereka masih kolot.
  2. Cina Kiau Seng : orang Cina yang sudah sering bersosialisasi dengan masyarakat non cina. Umumnya tidak fasih menggunakan bahasa mandarin hanya sekedar bahasa daerah seperti bahasa Hokian atau Khek. Mulai pudar budaya Cina mereka, tetapi dari segi pikiran lebih maju dan tidak kolot, karena sudah memahami dunia luar.





B. CINKO

Kita telah sering mendengar istilah cinko di dalam kehidupan kita sehari – hari.
Cinko yang merupakan singkatan dari CINA KOTA, merupakan kaum terhina dari kaum CINA yang hidup di Jakarta ini (karena kebanyakan cinko hanya ada di Jakarta). Mereka merupakan kaum terhina karena cinko memiliki gaya yang sangat tidak pantas dan memalukan kaum – kaum cina yang biasanya stylenya standar2 saja. Oleh karena itu cinko merupakan kelompok dari kaum CINA yang sesegera mungkin harus disterilkan.

Pengertian Cinko ada 2 macam yaitu:
  1. Secara Etimologis -> Orang Cina yang hidup di daerah Kota dengan segala macam peradaban dan kebudayaannya
  2. Secara Terminologis -> Orang Cina yang perilakunya kampungan, dandanannya norak, suka meresahkan masyarakat bahkan orang Cina itu sendiri.

Malvin Adiputra, ( S.Si ) berpendapat bahwa Cinko adalah alay versi Cina. Cinko merupakan suatu kaum yang tidak mendapat pengakuan resmi dari orang Cina itu sendiri akibat perilaku dan gaya hidup mereka yang tidak berterima bahkan menjatuhkan martabat bangsa Cina itu sendiri.

Cinko adalah sebutan untuk ABG ABG / mungkin juga engko-engko tua yang memiliki ciri khas ala boyband Taiwan. Cinko alias cina kota adalah julukan buat orang2 keturunan tiong hoa yang biasanya berdomisili di daerah kota,pademangan,glodok atau pancoran. Mereka biasanya berasal dari penduduk kelas mengengah keatas. Kegemaran mereka adalah mengendarai sepeda motor yang dimodifikasi sedemikian rupa hingga menurut mereka “keren” tapi menurut orang2 di sekitarnya “ngehek”. Berawal dari kegemaran mereka mengendarai sepeda motor,menyebabkan banyaknya geng2 motor yang diprakarsai kaum cinko ini ,sebagai contoh,V-GA,V-HELL dll yang biasanya diawali huruf “V”.

Yang namanya cinko itu sudah bisa kita tebak dari melihat caranya berpenampilan, tanpa membicarakan fisik asli mereka. Kita mulai dari bagian tubuh paling atas yaitu rambut,rata2 rambut dari seorang cinko ini di cat berwarna kuning terang atau warna2 lainnya yang pokoknya menunjukan eksistensi diri mereka di dalam masyarakat “Cari Perhatian”. Kedua adalah daerah telinga, hampir seluruh cinko menggunakan anting, ya memang gak smuanya sih, tapi rata2 mereka menggunakan anting di telinga sebelah kiri dengan model yang bisa dibilang agak kebanci2an atau menajiskan. Kaum cinko juga suka menggunakan kalung,dan sekali lagi,mereka suka memakai kalung bentuk salib. Gak tau ada apa dengan salib, mungkin bagi mereka keren ato gimana kali.

Turun lagi ke bagian baju, para cinko ini suka memakai kaos ketat bergambar naga, atau kalo mereka lagi pengen pamer badan sambil naek motor, mereka cukup pake jaket geng motor kebanggaan mereka tanpa daleman apa2 lagi dan itu juga zip-nya dibuka. Terus turun lagi kebawah, mereka suka pake celana gombrong 3/4 ato celana panjang gombrong ato celana panjang cutbray! Turun lagi ke bagian kaki, sendal selop converse yang dulu sempet booming adalah pilhan utama para cinko buat alas kaki, gak tau alesannya apa, mungkin mereka pengen ngelatih otot2 kaki mereka soalnya tuh sendal lumayan berat, biar nantinya kalo mereka lagi naek motor trus mao ganti gigi jadi kuat.

1 comment:

Anonymous said...

KEREN ABIS!!